Film form and Film Style Bicycle Thief

Film form and Film Style Bicycle Thief

BICYCLE THIEF

Film Bicycle Thief disutradarai oleh Vittoria De Sica pertama dirilis pada tahun 1948 (Italy). Film ini menurut saya sangat ringan dan mudah di pahami walaupun dikemas hanya dengan durasi 90 menit. Walaupun ringan tetapi film ini tetap berisi dan bermutu, penonton dibawa masuk kedalam cerita sehingga penonton merasa terbawa suasana.

Dan di tugas ini mengidentifikasi Film Form dan Film Style sebagai berikut :

  • Film Form (Bentuk)

 

Pada dasar nya film ini bercerita dikota Roma, Italia. Tentang seorang Ayah bernama Antonia Ricci yang pengangguran dan baru mendapat kerja. Antonio diterima kerja sebagai orang untuk memasang poster. Tetapi di syaratkan untuk mempunya sepeda sebagai syarat kerja.

Lalu Antonio pulang dan cerita kepada Maria, istrinya dan frustasi akan syarat itu dan pesimis. Lalu istrinya di rumah mencuci seprei kasur lalu dijual ketempat barang bekas. Setelah mendapat uang dari hasil situ Antonio membeli sebuah sepeda bekas di toko. Keesokan ia memulai bekerja dan mengantarkan anaknya yang juga bekerja sebagai pengisi bahan bakar minyak. Lalu dilanjutkan Antonio bekerja memasang poster poster, setelah memasang beberapa poster, Antonio lengah dan sepedanya di curi oleh komplotan orang. Lalu ia mulai mengejar dan tidak menemukan siapa pencurinya. Ia lalu meminta tolong ke atasan tempat kerja nya dan hasilnya tetap nihil. Dicari cari ke tempat bengkel sepeda juga tidak ada. Lalu diketahui saat hujan ia melihat ada orang muda yang mencurigakan dikira pencuri sepeda tersebut. Dan dikejar oleh Antonio dan Bruno, anaknya. Setelah gagal mengejar, lalu dikejarlah orang tua itu. Setelah didapati orang tua itu digereja lalu orang tua itu kabur lagi.

Lalu dijalan bertemulah Antonio dan Bruno kepada pencuri muda itu setelah diberi tahu lokasi nya dari Kakek tua yang ia buntuti di gereja. Lalu setelah didesak tetap tidak mengaku, lalu pemuda itu sakit dan Antonio menjadi terpojokkan dan bingung. Ia melihat orang mondar mandir membawa sepeda layaknya ingin memiliki nya sepedanya lagi. Dan ia menyuruh anaknya pulang, lalu munculah kesempatan dalam kesempitan, Antonio melihat ada sepeda yang tidak terjaga lalu ia mencurinya. Sang pemilik sepeda mengetahui itu dan mengejar Antonio lalu tertangkat, setelah sudah dipukuli dan dimassa lalu pemilik sepeda melihat Bruno lalu mengiklaskan. Ending Film ini menurut saya terkesan menggantung, apakah Antonio ini mengiklaskan sepedanya atau masih tetap sedih.

Film ini dasarnya mengisahkan perjuangan mencari sepeda Antonio yang hilang, karena sepeda menjadi syarat transportasi untuk ia bekerja. Karena pada masa itu pekerjaan masih langka karena mungkin pada tahun 1948 paska perang dunia ke II Negara masih runtuh dan mulai dibangun.

Karakter karakter dalam film ini adalah :

–           Antonio Ricci

Ayah yang susah payah mencari kerja dan berusaha mempertahankan pekerjaannya dengan mencari sepedanya yang hilang.

–           Bruno Ricci

Anak dari keluarga Ricci, masih kecil tetapi sudah bekerja dan sering membantu ayahnya.

–           Maria Ricci

Istri keluarga Ricci, berjuang demi suaminya, kadang suka kesal dgn suami nya karena belum mendapat pekerjaan.

–           Pemuda Pencuri

Pemuda yang mencuri sepeda dalam film ini, dan sampai film ini selesai tetap tidak mau mengaku kalau dialah pencuri nya.

 

  • Explicit Meaning

Membuntuti kakek tua yang bekerjasama dengan pencuri sepeda di gereja.

  • Implicit Meaning

Disaat membututi kakek, maksud nya adalah untuk mencari tahu dimana pelaku pencuri sepeda tersebut. Dengan alas an menawarkan pekerjaan untuk pencuri tersebut. Karena diketahui di film ini sang kakek terlihat tahu dan kenal dengan pencuri sepeda tersebut.

 

  • FILM STYLE (Gaya)

 

  • Sinematografi

Pertama tama, kualitas gambar yang dihasilkan bagus, walaupun dibuat pada zaman itu. Camera movement nya juga tidak aneh aneh dan sangat sederhana, hanya sedikit yang diperindah gambarnya. Hal ini mungkin saja dimaksudkan film ini “down to earth” dan bisa dinikmati oleh semua kalangan terutama kelas menengah pada saat itu. Sederhana, apa adanya namun cantik dan enak dilihat. Bahasa visual nya pun menarik, menjadikan orang dapat paham ceritanya dan maksud gambar tersebut tanpa ada bantuan suara.

 

  • Mise En Scene

Pada zaman 40 akhir Sepeda adalah kendaraan utama atau yang paling banyak digunakan oleh masyarakat selain menggunakan Bus. Hal ini karena perkembangan teknologi belum maju pesat seperti sekarang ini. Dan juga untuk setting sangat khas sekali Negara Itali pada tahun itu.

 

  • Editing

Dalam film ini menurut saya menggunakan keunggulan ceritanya layaknya Stuktur Hollywood classic. Demi mengutamakan ceritanya dibuatlah editing nya dengan konsep continunity. Tetapi ada beberapa transisi yang digunakan seperti dissolve, cross dissolve, fade in, out. Di film ini dibuat juga dengan tempo lambat, karena dicerita ini dikisahkan perjuangan yang susah dan lama walaupun cuma beberapa hari pencarian.

 

  • Suara

Dalam film ini menggunakan soundspeed 24 fps. Suara dalam film ini terlihat jernih dan jelas, dibuktikan pada saat Karakter karakter di film ini berdialog dan juga atmosir suaranya sangat “pas” untuk didengar. Dan juga bantuan music scoring nya sangat membantu untuk mengatur emosi dalam film ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s