Film Form and Film Style Rome Open City

Film Form and Film Style Rome Open City

Film Form

Film ini memiliki bentuk penceritaan yang naratif dengan hubungan sebab akibat yang jelas dan juga terjadi dalam ruang waktu dan tempat yang jelas pula, sebagai contoh keikutsertaan Don Pietro, si pastor, dengan kelompok pemberontak berujung pada penangkapan dan pengeksekusian dirinya sendiri oleh para tentara. Secara space, Rome, Open City memiliki setting tempat di kota Roma di Italia (story space) dengan setting waktu pada saat perang dunia kedua sedang terjadi dengan adanya petunjuk berupa pasukan-pasukan Nazi Jerman yang berpatroli disana. Cerita yang ada memiliki urutan waktu yang linear alias terus berjalan tanpa adanya flash back atau flash forward. Sedangkan untuk durasi waktu, Rome, Open City memiliki durasi layar selama satu setengah jam dengan durasi cerita yang sebenarnya terjadi selama beberapa hari. Film ini memiliki cerita yang progresif dengan semakin besar resiko yang harus dihadapi oleh para pemberontak seiring perlawanan mereka terhadap Nazi dan polisi-polisi yang mendukungnya. Rome, Open City juga memiliki ending yang buruk atau sad ending dengan Don Pietro yang akhirnya di eksekusi dengan tembakan pistol oleh seorang perwira Nazi didepan publik

 

Film Style

Pada awal film ini banyak shot shot establish yang menampilkan lanskap kota roma pada saat itu, ada juga movement kamera seperti panning. Memuat penonton menjadi tidak bosan dengan gambar gambarnya.

Shot shot yang diambil kerap mengambil portrait seseorang atau lebih. Framing yang dihasilkan di film ini juga cukup beragam, karena penggunaan lensa yang beragam , yatu wide normal dan juga padat( lensa tele /mm nya panjang). Dengan menggunakan lensa wide mempunya ruang tempat yang lebar, seperti saat shot lanskape. Dan juga shot menggunakan lensa tele mengakibatkan gambarnya (room space) menjadi lebih padat. Point of interest yang selalu ditampilkan difilm ini selalu diletakan ditengah tengah frame, seperti tidak menggunakan Rule of third. Kecepatan film yang dipakai di film ini yaitu 24fps menjadikan gerak gambar sama seperti kenyataannya.

Kebanyakan kebutuhan mise en scene di film ini cuma untuk kebutuhan sesuai cerita , artistic, dramatic, penggunaan seragam atau pakaian memang sudah tepat sesuai pada jaman saat itu. Dan juga kebutuhan property sudah mencukupi dan mendukung cerita dan artistic di film ini. Cahaya yang dihasilkan di film ini sedikit low contras pada bagian awal awal film dan menjadi high contras di pertengahan hingga akhir film.

Rome, Open City memakai banyak teknik editing didalamnya. Salah satu teknik yang ada disana adalah paralel editing dimana dua shot ruangnya berbeda tetapi terjadi dalam waktu yang sama sedang terjadi, dengan contoh pada bagian-bagian awal film disaat seorang tentara Nazi sedang melakukan pembicaraan melalui telepon dengan seorang wanita. Ritme editing yang ada di film ini mayoritas konstan dengan durasi setiap shot yang hampir sama, kecuali disaat terjadi adegan-adegan yang sedang “intens” dimana ritme terlihat sedikit dipercepat dengan durasi shot yang dipakai lebih pendek dari biasanya. Hasil teknik-teknik editing yang dipakai membuat waktu kejadian yang ada di film menjadi lebih pendek/sebentar daripada sebenarnya.

Secara suara, Rome, Open City banyak berisikan dialog-dialog antar dua tokoh atau lebih dan juga menjadi salah satu faktor dominan yang ada di film ini. Efek suara banyak muncul / terdengar di film ini dengan suara-suara perabotan, dan lain-lain yang juga menambah dimensi suaranya. Musik juga dipakai di film ini yang berperan sebagai membentuk suasana dan efek dramatis film ini ntuk disaat terjadi adegan-adegan penting.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s